Jumat, 10 Juni 2016

cicak vs buaya


Santri vs Polisi...


Pada suatu hari seorang santri yang dapat tugas dari Abah Yai nya naik sepeda motor, pas tengah jalan ada oprasi razia lalu lintas.

POLISI: priiiit !! Maaf kepinggir mas !

SANTRI: iyaa pak.

POLISI: maaf, coba tunjukan STNK dan SIM.

SANTRI: maaf pak STNK sy ketinggalan di pondok pak, dan sim sy gak punya, kalo kartu santri ada pak?

POLISI: ya sudah berarti anda sy tilang !

SANTRI: maaf pak, ini motor Abah Yai pak, damai aja pak !

POLISI: yaa sudah ada uang berapa?

SANTRI: pak sy gak punya uang, gimana kalo rokok aja pak?

POLISI: yaa sudah sy minta rokok Dji Samsu.

SANTRI: siap pak, sy beli dulu pak ke warung sebrang jalan.

-----Akhir nya si santri pergi ke warung, motor ny di jagain polisi.

SANTRI: mas maaf, minta rokok Dji Samsu 3 bungkus mas.

WARUNG: "ini mas." --sambil menyodorkan 3 bungkus rokok djie sam soe--

SANTRI: terimakasih mas, uang nya sama pak polisi yng itu ya mas !

WARUNG: aahh kamu bohong yaa?

SANTRI: masa bohong mas! Lalu si santri teriak sambil memperlihatkan rokok ke polisi, ''Paaaaak rokok ini yaa?''

POLISI: iyaaaa !

WARUNG: ooh iya sudah, kebetulan polisi itu sering ngopi disini. Terus si santri menyerahkan rokok 3 bungkus ke polisi.

POLISI: yaa makasih ya.

SANTRI: sama2 pak, terus pergi naik motor sambil membathin, sekali kali CICAK boleh dong makan BUAYA.

Adegan ini jngn di tiru, kalo nekat tanggung sendiri resiko nya ! he he he...

Minggu, 14 Desember 2014

AKU MEMANGGILMU, # R


Kepada #R:

Dengan kalimat apa aku menuliskan arti hadirmu?
Sebagai debar yang tiba-tiba gemetar untuk mengharapmu atau rindu yang diam-diam menggebu?
Sudah lama aku membiarkan rasa yang diam terjaga dalam kesenyapannya;

sampai perjumpaan kedua menggelitik getar itu lagi, telak.  
Maaf, jika itu terjadi begitu saja.
Apakah aku terlambat; bahkan sebelum sempat kubaca hati [mu] ?
Sungguh, aku tak menginginkan itu, karena esok dan seterusnya aku akan menunggu kerlingan manja, dan senyuman malu-malu yang kau titipkan pada arakan senja,

seperti kemarin.

new entri

Terimakasih Untuk Pagi Ini dan Pagi-pagi yang sudah terlewati.

Nyanyian burung burung mulai membangunkan rindang dedaunan yang terlihat masih berselimutkan embun. Sisa-sisa awan Malam yang terlihat diam, seakan mengawasi, dan Tiupan angin, semilir perlahan, memanjakan dahan-dahan kecil dalam ayuanan, memberikan kesempatan kepada daun-daun tua untuk sebuah salam terakhir pada sang pagi...

Sinar mentari yang perlahan mulai menyinari, menambah sempurna pagi ini, dan aku masih berdiri ditempatku, belum ingin beranjak dari meriahnya pesta alam raya menyambut sang pagi. Ku lemparkan kembali pandangan ke luas langit lepas, merasakan diamnya DIAM, berharap sampai pada kosongnya KOSONG, lalu mengungkapkan rasa terima kasih untuk setiap pagi yang selalu terasa indah, untuk setiap pagi yang selalu membawa berkah.

Terimakasih untuk pagi ini, dan untuk pagi-pagi yang sudah terlewati, Terimakasih karna masih ada nafas untuk bergegas dan langkah-langkah kencang untuk berlari. Terimakasih untuk semua jalan yang sudah dibukakan, jalan yang aku harap berujung sebuah perjumpaan, denganMU wahai sang pemilik pagi.