Minggu, 14 Desember 2014

AKU MEMANGGILMU, # R


Kepada #R:

Dengan kalimat apa aku menuliskan arti hadirmu?
Sebagai debar yang tiba-tiba gemetar untuk mengharapmu atau rindu yang diam-diam menggebu?
Sudah lama aku membiarkan rasa yang diam terjaga dalam kesenyapannya;

sampai perjumpaan kedua menggelitik getar itu lagi, telak.  
Maaf, jika itu terjadi begitu saja.
Apakah aku terlambat; bahkan sebelum sempat kubaca hati [mu] ?
Sungguh, aku tak menginginkan itu, karena esok dan seterusnya aku akan menunggu kerlingan manja, dan senyuman malu-malu yang kau titipkan pada arakan senja,

seperti kemarin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar